Jumat, 09 Agustus 2013

Agar Kehidupan dengan Pasangan Kita Tetap Hangat
Diinspirasikan  dari tulisan : Adam Muhammad

Secara teori seharusnya kita mampu memelihara suasana bulan madu hingga maut memisahkan kita dengan pasangan kita.
Cara untuk terus bisa menjaga kasih sayang kita seindah bulan madu, adalah adanya keinginan untuk saling memperbaiki diri, saling memahami, saling peduli dengan pasangan kita. Menambah pemahaman ita akan kekasih hati kita. Kita belajar bagaimana menghadapi episode ketika ia ngambek, ketika ia merajuk, ketika ia cemburu, ketika ia marah atau ketika ia lelah menghadapi anak-anak kita yang rewel. 
Ketika kita mampu mengelola kelebihan dan kelemahan pasangan hidup kita, maka saat itulah kita dapat menerimanya dengan sepenuh hati. Bersyukur dengan segala kelebihan miliknya dan bersabar atas segala kelemahan yang dimilikinya. Bukankah kita juga memiliki kelemahan juga.
Jangan pernah lelah untuk beromantis ria, menggunakan panggilan mesra, kata-kata cinta padanya, kata-kata indah yang keluar dari lisan untuk memujinya. Lakukanlah, dan nikmatilah suasana bulan madu sepanjang hayat.
Memberi kesempatan kepada pasangan kita untuk bertambah ilmunya dan beraktifitas yang manfaat. Bertambahnya ilmunya bukan hanya bermanfaat untuk dirinya semata, namun pasti akan  merembet pada kita dan anak-anak kita.
Jika cemburu muncul karena adanya kekhawatiran dalam diri kita, komunikasikanlah hal ini dengannya. Dan berilah ia kepercayaan bahwa ia bisa menjaga dirinya dan kehormatan keluarga kita. Insyaallah, dengan demikian ia pun terbang ke angksa kesuksesan mendampingi kita.
Penting untuk menghindari sikap menuntut pada pasangan hidup kita. Hindari sikap menonjolkan diri sendiri dan melemahkan pasangan kita. Jadikan keluarga sebagai sebuah team yang saling membantu, saling menjaga, saling memotivasi. Jagalah suasana berkeluarga dalam  kebersamaan dalam kehidupan yang bersahaja dan islami.
Jika demikian, maka kasih sayang antara kita dengan pasangan insyaallah akan terjaga. Dan nikmatilah hari-hari indah seindah bulan madu setiap harinya.
Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan beroleh keluarga sakinah mawaddah warohmah, dan mendapat perlindungan dan kemudahan menghadapi cobaan hidup dan keberkahan rezeki oleh Allah SWT.
Aamiin....


Jumat, 01 Februari 2013

Oase Allah Takkan Mengingkari JanjiNya

Allah Takkan Mengingkari JanjiNya
By : Muizzuddin

Mungkin suatu masa pernah terjadi....saat kita pinta cerahnya mentari, tapi ternyata mendung yang menggelayuti bahkan kemudian hujan petir ditemani badai mengguyur ganas. Marah kita dalam keadaan basah air mata, geram kita dalam kondisi kecewa. Merasa do'a dan pinta tak terbaca oleh Allah. Merasa harapan direalisasikan terbalik. Semua begitu gelap dalam kita menerima segala yang tak sesuai dengan sebuah ingin.

Betullah, terkadang apa yang terjadi dengan kita, tidaklah dapat membuat kita bahagia. Pasalnya, yang terjadi tidaklah sesuai dengan yang kita harapkan. Saat kondisi seperti ini, sering kita mengeluh, sering kita kecewa bahkan marah. Merasa Allah tidak adil dan telah mengingkari janjiNya.

Namun belum usai kita dalam kondisi terpuruk menerima keadaan, belum usai kita kecewa padaNya, ternyata kondisi gelap, hujan badai yang tengah kita terima, tiba-tiba reda dengan luluh lantaknya hati kita bangkit tersenyum puas karena mata disuguhi kilau indah pelangi.........Ternyata Allah tak ingin kita melihat cerahnya mentari, tapi lebih dari itu, Allah ingin kita menikmati indahnya warna pelangi...Subhanallah!

Sesungguhnya saat kita berada dititik dimana kita mendapati sesuatu yang tak sesuai dengan ingin kita, disinilah tersimpan sebuah makna. Saat do'a-do'a kita terdapati berbeda dengan kondisi yang kita terima. Inilah saat sebuah arti muncul untuk dimengerti. Bukan Allah yang mengingkari janjiNya, melainkan sebuah kondisi yang memang pantas kita terima saat ini. Ketika do'a tak terkabul, bisa jadi Allah akan mengabulkannya nanti, diwaktu yang tepat untuk kita atau bisa jadi do'a kita takkan baik untuk kita jika Allah mengabulkannya. Jelas Allah akan mengganti do'a do'a kita yang terbaik untuk kita. Karena Allah lebih tahu apa yang kita perlukan, bukan apa yang kita inginkan disetiap waktu dan kondisi. Untuk itu, berprasangka baiklah  dengan kehendak Allah, karena Allah takkan mengingkari janji.

Rabu, 23 Januari 2013

Menangis Karena Takut Allah


Kisah Teladan Menangis Karena Takut Allah
Rasulullah SAW bersabda,”Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu yang kembali ke tempat asalnya.”
Dalam kita Daqa’iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangatlah berat timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. Maka salah satu bulu matanya berkata,”Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad SAW telah bersabda, siapa yang menangis karena takut kepada Allah SWT, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepadaMu.”
Akhirnya Allah SWT mengampuni hambanya itu dan menyelamatkannya dari api neraka  berkat sehelai bulu mata yang pernah menangis karena takut kepada Allah SWT. Malaikat Jibril AS mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.
Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahannam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyalaan api yang sangat menakutkan. Semua umat berlutut karena kesusahan menghadapinya. Allah SWT berfirman,”Kamu lihat pada hari itu setiap umat berlutut yakni merangkak pada lututnya. Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan.”(QS AlJatsiyah : 28)
Ketika mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan nyala apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahwa suara api neraka itu  dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan,”Diriku, diriku (selamatkanlah diriku ya Allah) kecuali hanya seorang nabi saja yang aka berkata,”Umatku, umatku.”
Beliau adalah junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata,”Wahai api! Demi hak orang-orang yang sholat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang puasa, supaya engkau kembali.”
Walau dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mau kembali, lalu malaikat Jibril  berkata,”Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad SAW.” Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril AS,”Wahai Rasulullah ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.” Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.
Setelah itu Rasulullah SAW pun bertanya pada Jibril,”Wahai Jibril, apakah air itu?,” Maka Jibril berkata,”Itulah air mata orang dikalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah SWT. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu, agar engkau menyiramkan pada api itu.” Maka padamlah api itu dengan izin Allah SWT.
Telah bersabda Rasulullah SAW,”Ya Allah anugerahilah kepada kami dua mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemukannya air mata.”
(1001 kisah teladan)

Senin, 31 Desember 2012

Pentingnya Makan Sambil Duduk

Pentingnya Makan Sambil Duduk

Rasulullah saw, mencontohkan kita untuk makan sambil duduk. sekalipun rasulullah saw. tidak pernah makan sambil berdiri, apalagi mondar-mandir atau lari. Hanya sesekali (hampir tidak pernah) rasulullah  memang minum sambil berdiri.
Ternyata, secara medis, makan dan minum yag terbaik adalah posisi duduk. Bahkan makan dan minum sambil berdiri bisa membahayakan tubuh kita. Karena makan dan minum sambil berdiri menyebabkan apa yang masuk ke dalam sistem saluran makanan itu mengalir dengan sangat cepat, seolah-olah terjun ke dalam jurang perut dengan benturan yang keras. Jelas kondisi ini tidaklah baik bagi kesehatan perut.
Penelitian Dr. Ibrahim ar-Rawy mengatakan bahwa ketika kita makan, kita butuh ketenangan sistem syaraf. Dan ketenangan syaraf itu hanya diperoleh dengan kita duduk. Makan dan minum sambil berdiri bisa membuat siste syaraf bereaksi spontan denan reaksi yang sangan keras yang tersebar di dalam perut. Reaksi yang keras dan spontan ini bisa menyebabkan vagal inhibition (nervous vagus tidak berfungsi), yang bisa menghentikan detak jantung.
Marilah kita biasakan enjaga kesehatan tubuh kita dengan makan sambil duduk, bukan berdiri.

Jumat, 10 Februari 2012

Memotivasi belajar


Memotivasi belajar anak


Rochman, N dan Moein, M (Abimanyu, S dkk, 2000: 92-97) mengemukakan beberapa teknik yang dapat dilakukan oleh guru dalam upaya memotivasi kegiatan belajar anak. Tenik-tekni motivasi itu adalah sebagai berikut:
1) Pernyataan penghargaan secara verbal
2) Menggunakan nilai ulangan sebagai pemicu keberasilan
3) Menimbulkan rasa ingin tahu
4) Memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh anak
5) Menjadikan tahap dini dala belajar mudah bagi anak
6) Menggunakan materi yang dikenal anak sebagai contoh dalam belajar
7) Gunakan kaitan yang unik dan tak terduga untuk menerapkan suatu konsep dan prinsip yang telah di pahami
8) Menuntut anak untuk menggunakan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya
9) Menggunaka simulasi dan permainan
10) Member kesempatan kepada anak untuk memperlihatkan kemahirannya di depan umum
11) Mengurangi akibat yang tidak menyenangkan dari keterlibatan anak dalam kegiatan belajar
12) Memahami iklim social di sekolah
13) Memanfaatkan kewibawaan guru secara tepat
14) Memperpadukan motif-motif yang kuat
15) Memperjelas tujuan belajar yang hendak di capai
16) Merumuskan tujuan-tujuan sementara
17) Memberitahukan hasil yang telah di capai
18) Membuat suasana persaingan yang seha di antara para anak
19) Membuat suasana persaingan dengan diri sendiri
20) Memberikan contoh yang positif

Sedangkan Mudjiono dan Dimyati (1994: 92-97) menyatakan bahwa upaya meningkatkan motivasi belajar sebagai berikut:
1) Optimalisasi penerapan prinsip belajar
2) Optimalisasi unsur dinamis belajar dan pembelajaran
3) Optimalisasi pemanfaatan pemahaman dan kemapuan siswa
4) Pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar
Kemdian oleh Utuh, H (1986: 26) menyatakan bahwa motivasi belajar dapat diberikan dengan tindakan-tindakan sebagai berikut sebagai upaya menigkatkan motivasi belajar siswa, yaitu:
1) Menunjukkan manfaat dan tujuan dari kegiatan belajar yang akan dilaksanakan
2) Membesara hati siswa
3) Memberikan penjelasan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami siswa
4) Bersifat simpatik
5) Memberikan kesempatan bertanya
6) Memberikan kesempatan menjawab
7) Mempergunakan alat peraga dengan cara yang tepat
8) Bersikap adil, jangan sampai terjadi pilih kasih
9) Segera membagikan hasil pekerjaan
10) Memberikan esempatan bertanya jika terdapat kesalahpahaman
11) Memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah bersama
12) Mengatur ruangan kelas yang menimbulkan kegairahan belajar
13) Bersedia meminta maaf dan memaafkan
14) Bekerja tepat pada waktunya
15) Merapikan dan menjaga kebersihan pakaian
16) Menyesuaikan bahan pelajaran dengan kemampuan siswa
17) Meberikan tugas dan memberikan hasilnya

Uraian di atas, ,memberikan gambaran bahwa dengan adanya pandangan beberapa ahli yang menekankan segi-segi tertentu pada motivasi tersebut justru mengisyaratkan agar guru bertindak taktis dan kreatif dalam mengelola motivasi belajar siswa. Motivasi belajar dihayati, dialami dan merupakan kekuatan mental pebelajar dalam belajar. Dari diri siswa, motivasi tersebut perlu dihidupkan terus untuk mencapai hasil belajar yang optimal dan dijadikan dampak pengiring yang selanjutnya menimbulkan program belajar sepanjang hayat, sebagai perwujudan emansipasi, kemandirian yang terwujud dalam cita-cita atau aspirasi siswa, kemampuan siswa, kondisi siswa, kemampuan siswa mengatasi kondisi lungkungan negative dan dinamika siswa dalam belajar. Dari sisi guru, motivasi belajar pada pebelajar berada pada lingkup program dan tindakan pebelajar. Oleh karena itu, guru berpeluang untuk meningkatkan, mengembangkan dan memeliharas motivasi belajar yang ada pada siswa. Dengan demikian, motivasi belajar pada siswa yang harus diidentifikasi oleh guru seyogyanya dikelola dalam acara pembelajaran


Guru yang seorang Quantum Teacher mempunyai ciri-ciri dalam berkomunikasi yaitu :
a) Antusias : menampilkan semangat untuk hidup
b) Berwibawa : menggerakkan orang
c) Positif : melihat peluang dalam setiap saat
d) Supel : mudah menjalin hubungan dengan beragam peserta didik
e) Humoris : berhati lapang untuk menerima kesalahan
f) Luwes : menemukan lebih dari satu untuk mencapai hasil
g) Menerima : mencari di balik tindakan dan penampilan luar untuk menemukan nilai-nilai inti
h) Fasih : berkomunikasi dengan jelas, ringkas, dan jujur
i) Tulus : memiliki niat dan motivasi positif
j) Spontan : dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil
k) Menarik dan tertarik : mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup peserta didik dan peduli akan diri peserta didik
l) Menganggap peserta didik “mampu” : percaya akan keberhasilan peserta didik
m) Menetapkan dan memelihara harapan tinggi : membuat pedoman kualitas hubungan dan kualitas kerja yang memacu setiap peserta didik untuk berusaha sebaik mungkin



Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar
Secara umum, factor-faktor yang mempengeruhi motivasi belajar (Abimanyu, S , 2000: 90-91) yaitu : “1) Perhatian, 2) Relevansi, 3) Percaya Diri, 4) Kepuasan”. Berikut ini akan dijelaskan secara terperinci, yaitu:
1) Perhatian
Perhatian anak muncul didorong oleh rasa ingin tahu atau keinginan untuk memenuhi kebutuhannya, karena rasa ingin tahu itu perlu mendapat rangsangan sehingga anak akan memberikan perhatian. Perhatian tersebut diusahakan terpelihara dalam proses belajar berlangsung.
2) Relevansi
Relevansi menunjukkan adanya hubungan bahan pengajaran dengan kebutuhan dan kondisi anak. Motivasi anak akan terpelihara apabila merrka menganggap apa yang dipelajari itu memenuhi kebutuhan pribadi, atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dianut.
3) Percaya diri
Merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkatkan sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Harapan ini sering kali dipengaruhi oleh pengalaman sukses di masa lampau. Dengan demikian ada hubungan spiral antara pengalaman sukses dengan motivasi. Motivasi dapat menghasilkan, yang membawa keberhasilan (prestasi) dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi anak untuk mengerjakan tugas berikutnya.
4) Kepuasan
Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan dan anak akan bermotivasi untuk berusaha untuk mencapai tujuan yang serupa. Kepuasan karena mencapai tujua yang dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar anak.

Trik Mendisiplinkan anak


18 Trik Mendisiplinkan Anak

Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan "menjinakkan" anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti 18 trik berikut ini.

Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.

Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.

3. Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"

4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja, ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, "Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau, "Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh."

7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.

9. Bertekuk Lutut
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, "Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...", tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.

Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?" Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?" Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam "siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.

13. Hindari Rasa Jengkel

Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.

http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=15611

Mengapa do'a belum terkabul?


Bila do’a belum terkabul, ada apa?

Saudariku, semoga Allah menyayangi diriku dan juga dirimu…. Melakukan kesalahan dalam berdoa bisa menjadi salah satu penyebab sehingga doa tak kunjung terkabul. Mengenali berbagai kesalahan dalam berdoa merupakan salah satu bentuk ikhtiar agar Allah berkenan mengabulkan doa kita.
Saudariku, semoga Allah memberi ilmu yang bermanfaat kepada diriku dan juga dirimu…. Tahukah engkau apa saja kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam berdoa?
1. Menyepelekan kekhusyukan dan perendahan diri di hadapan Allah ketika berdoa.
Allah ta’ala berfirman,
ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf:55)
Allah ta’ala juga berfirman,
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiya’:90)
Seseorang yang berdoa seharusnya bersikap khusyuk, merendahkan diri di hadapan Allah, tawadhu’, dan menghadirkan hatinya. Kesemua ini merupakan adab-adab dalam berdoa. Seseorang yang berdoa juga selayaknya memendam keinginan mendalam agar permohonannya dikabulkan, dan dia hendaknya tak henti-henti meminta kepada Allah. Seyogianya, dia selalu ingin menyempurnakan doanya dan memperbagus kalimat doanya, agar doa tersebut terangkat menuju Al-Bari (Dzat yang Maha Mengadakan segala sesuatu), dan itu dilakukannya hingga Allah mengabulkan doa itu.
Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits, yang sanadnya dinilai hasan oleh Al-Mundziri, dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian berdoa kepada Allah maka berdoalah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Sesungguhnya, Allah tidaklah mengabulkan doa seorang hamba, yang dipanjatkan dari hati yang lalai.”
2. Putus asa, merasa doanya tidak akan terkabul, serta tergesa-gesa ingin doanya segera terwujud.
Sikap-sikap semacam ini merupakan penghalang terkabulnya doa. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
يستجاب لأحدكم ما لم يعجل يقول دعوت فلم يستجب لي
Doa yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, ‘Aku telah berdoa namun tidak juga terkabul.’
Telah diketengahkan, bahwa seseorang yang berdoa sepatutnya yakin bahwa doanya akan dikabulkan, karena dia telah memohon kepada Dzat yang Paling Dermawan dan Paling Mudah Memberi.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
(Q.S. Al-Mu’min:60)
Barang siapa yang belum dikabulkan doanya, jangan sampai lalai dari dua hal:
  • Mungkin ada penghalang yang menghambat terkabulnya doa tersebut, seperti: memutus hubungan kekerabatan, bersikap lalim dalam berdoa, atau mengonsumsi makanan yang haram. Secara umum, seluruh perkara ini menjadi penghalang terkabulnya doa.
  • Boleh jadi, pengabulan doanya ditangguhkan, atau dia dipalingkan dari keburukan yang semisal dengan isi doanya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu,
أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ” ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث : إما أن يعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الآخرة وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها ” قالوا : إذن نكثر قال : ” الله أكثر
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allah akan memberinya salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.” Para shahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan banyak berdoa.” Rasulullah menanggapi, “Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian).” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid; hadits ini berderajat sahih dengan adanya beberapa hadits penguat dari jalur ‘Ubadah bin Shamit yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim, serta dari jalur Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya.)
3. Berdoa dengan kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta bertawasul dengannya.
Tindakan ini merupakan salah satu bentuk bid’ah dan bentuk kelaliman dalam berdoa. Dasarnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengajarkan cara berdoa semacam itu kepada seorang shahabat pun. Ini membuktikan bahwa berdoa dengan menggunakan kedudukan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertawasul dengan para pemilik kedudukan adalah amalan bid’ah, serta merupakan sebuah cara ibadah baru yang dikarang-karang tanpa dalil. Demikian juga dengan segala bentuk sarana yang berlebih-lebihan (ghuluw) yang menyebabkan doa terhalang untuk terkabul.
Adapun riwayat,
اسألوا بجاهي فإن جاهي عند الله عظيم
Bertawasullah dengan kedudukanku! Sesungguhnya, kedudukan sangat mulia di sisi Allah,
maka riwayat ini merupakan sebuah kedustaan besar atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak sahih disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
4. Bersikap lalim dalam berdoa, misalnya: doa yang isinya perbuatan dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.
Sebagaimana lima perkara yang disebutkan, perkara keenam ini juga menjadi salah satu penghalang terkabulnya doa seorang hamba. Sungguh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
سيكون قوم يعتدون في الدعاء
Akan muncul sekelompok orang yang lalim dalam berdoa.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan yang lainnya; hadits hasan sahih)
Allah ta’ala berfirman,
ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf:55)
Contoh sikap lalim: berdoa agar bisa melakukan dosa, agar bencana ditimpakan, atau supaya hubungan kekerabatan terputus. Sebagaimana hadits riwayat At-Tirmidzi dan selainnya dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ما على الارض مسلم يدعو الله بدعوة إلا آتاه الله إياها ، أو صرف عنه من السوء مثلها ، ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم
Di muka bumi ini, tidak ada seorang muslim pun yang memanjatkan doa kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberi hal yang dipintanya atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang senilai dengan isi doanya, sepanjang dia tidak memohon doa yang mengandung dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.” (H.r. Turmudzi dan Ahmad; dinilai sebagai hadits hasan-shahih oleh Al-Albani)
Saudariku, bersabarlah dalam menanti terkabulnya doa, perbanyak amalan saleh yang bisa menjadi sebab terwujudnya doa, dan jauhi segala kesalahan yang bisa menyebabkan doa tidak kunjung terkabul. Semoga Allah merahmati kita ….
Kita pungkasi tulisan ini dengan memohon kepada Allah, agar Dia tidak menolak doa kita.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, juga dari doa yang tidak terkabul.”
(H.R. Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i; hadits sahih)
***
muslimah.or.id
Penulis: Ummu Asiyah Athirah
Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits
Maraji’ (referensi):
  • Al-Minzhar fi Bayani Katsirin min Al-Akhtha’ Asy-Syai’ah, karya Syekh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syekh, terbitan Jami’ah Al-Imam Muhammad bin Su’ud Al-Islamiyyah, tahun 1413 H.
  • Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, karya Syekh Al-Albani, Maktabah Asy-Syamilah.